Senin, 10 Februari 2014

B.indonesia


F I K S I (PENGERTIAN NOVEL, CERPEN DAN NOVELET)

FIKSI
 Fiksi menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan lingkungan dan sesame interaksinya dengan diri sendiri, serta interaksinya dengan tuhan.fiksi merupakan hasil dialog, kentemplasi, dan reaksi pengarang terhadap lingkungan dan kehidupan.


Sebagai contoh, karya-karya Dardji Zaidan seperti Bendera Hitam Dari Kurasan Dan Tentara Islam di Tanah Galia dapat dipandang sebagai fiksi historis. Karya karya biografis orang terkenal seperti Bung Karno penyambung lidah Rakyat(Cindy Adam) dan kuantar kau kegerbang (Ramdan Kh), dan Tahta untuk Rakyat (Mochtar Lubis). Disamping juga munculnya bentuk-bentuk dialog yang biasanya telah dikreasikan oleh penulis. Karya sastra yang dapat dikategorikan sebagai fiksi sains, antara lain dapat dicontohkan novel yang berjudul 1984, karya George Orwell.
  
1. Novel
Novel adalah cerita berbentuk prosa dalam ukuran yang luas. Ukuran yang luas dapat berarti cerita dengan plot (alur) yang kompleks, karakter yang banyak, tema yang kompleks, suasana cerita yang beragam dan setting yang beragam pula. Ataupun ukuran luas hanyasalah satu unsur fiksinya saja, misalnya temanya saja, sedang karakter, seting dan lainnya hanya satu saja.
Adapun istilah-istilah yang terdapat dalam unsure intrinsic adalah
a. Plot
Plot adalah salah satu unsure karya fiksi yang sangat penting. Tinjauan terhadap karya fiksi lebih sering ditekankan pada plot, jika dibandingkan dengan unsure-unsur yang lainnya.
Banyak orang yang beranggapan bahwa plot dan alur itu sama, tetapi pada hakikatnya dan setelah melihat pada teori-teori yang berkembang yang kemudian dikenal istilah naratif, susunan, dan subject, dapat disimpulkan bahwa antara alur dan plot itu berbeda.
Dari beberapa penjelasan diatas dapat diartikan bahwa plot adalah urutan kejadian dalam suatu cerita yang mengandung sebab dan alasan. Seperti halnya yang dikemukakan Forster, yaitu plot adalah peristiwa-peristiwa cerita yang mempunyai penekanan pada adanya hubungan kualitas.
b. Tema
Dengan demikian untuk menentukan tema sebuah cerita yaitu harus menyimpulkan secara keseluruhan dari suatu cerita tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu.
Tema dapat digolongkan ke dalam beberapa bagian yaitu :
Tema tradisional dan nontradisionalv
Tema tradisional adalah tema yang sangat sering dipergunkan dan
Kerap kali ditemukan dalam berbagai cerita, termasuk dalam cerita lama. Atau sebuah tema yang sudah sangat lazim untuk diterka atau dengan kata lain tema yang klasik. Sedangkan tema nontradisional adalah sebuah karya yang mengangkat tema yang lazim.
 Tingkatan tema menurut Shipleyv
Shimpley mengartikan tema sebagai subjek wacana, atau masalah utama dalam sebuah cerita. Shimpley juga membedakan tema dalam beberapa bagian yaitu.
1. Tema Tingkatan Fisik
2. Tema Tingkatan Sosial
3. Tema Tingkatan Organic
4. Tema Tingkat Egoik
5. Tema Tingkat Divine
 Tema utama dan tema tambahanva.
Tema utama atau tema mayor yaitu makna pokok cerita yang menjadi dasar atau gagasan dasar umum suatu karya. Makna pokok cerita tersirat dalam sebagian besar cerita. Bukan hanya makna yang terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita, yang dapat diidentifikasikan sebagai makna bagian atau tambahan. Makna tambahan inilah yang disebut dengan tema minor.
C. Tokoh
Daya tarik sebuah novel terpancar dari imajinatif si pengarang melelui imajinasi itu, para pembaca dapat mengetahui berbagai macam tipe dan watak manusia yang ada dalam bacaan basertaan dengan masalah.
Perbedaan tokoh dapat dibagikan dalam beberapa bagian :
• Tokoh utama dan tokoh tambahan
Perbedaan tokoh ini terlihat dari segi peran. Tokoh utama ialah peran yang diutamakan dalam sebuah cerita dan juga merupakan tokoh yang paling banyak di ceritakan.
• Tokoh sederhan dan tokoh bulat
Tokoh sederhana yaitu tokoh yang hanya memiliki satu kualitas pribadi tertentu. Satu sifat watak yang tertentu saja, dan yang dimaksud tokoh bulat atau komplek yaitu tokoh yang memiliki dan diungkapkan berbagai kemungkinan sisi kehidupan.
D. Latar
Dalam karya fiksi pasti dijumpai tempat dan waktu. Kapan terjadinya suatu peristiwa, dan dimana peristiwa itu terjadi. Dan itulah yang dinamakan latar. Latar memberikan pijkan cerita yang jelas, dan hal ini penting untuk memberikan kesan realitas pada pembaca, karena menyajikan suasana yang seolah-olah benar terjadi.
Unsur-unsur latar dapat dibedakan dalam tiga unsur pokok yaitu
 Latar tempat.
 Latar waktu.
 Latar social.

E. Sudut pandang
Sudut pandang ini adalah sebuah cara atau pandangan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita. Dengan demikian sudut pandang merupakan strategi yang secara sengaja dipilih oleh pengarang untuk mengemukakan sebuah cerita.
Macam-macam sudut pandang
a) Sudut pandang ketiga “Dia”
b) Sudut pandang pertama “Aku”
c) Sudut pandang campuran

Novel dapat dibagi menjadi tiga golongan, yakni novel percintaan, novel petualangan, dan novel fantasi.
 Novel percintaan melibatkan peranan tokoh wanita dan pria secara Ø berimbang, bahkan kadang-kadang peranan toloh wanita lebih dominan. Dalam jenis novel ini digarap ha mpir semua tema, dan sebagian novel termasuk jenis ini.
 Novel petualangan sedikit sekali memasukkan peranan wanita. Jika Ø wanita disebut dalam novel jenis ini,maka penggambarannya hamper steorotip dan kurang berperan,
 Novel fantasi bercerita tentang hal-hal yang tidak realistis dan serba Ø tidak mungkin dilihat dari pengalaman sehari-hari. Novel jenis ini, menggunakan karakter yang tidak realistis, setting dan plot juga tidak wajar untuk menyampaikan ide-ide penulisnya. Jenis novel ini mementingkan ide, konsep, dan gagasan sastrawannya yang hanya dapat jelas kalau diutarakan dalam bentuk cerita fantastik, artinya menyalahi hukum empiris, hukum pengalaman sehari-hari.
  
2. Cerita Pendek (cerpen)
Cerita pendek adalah cerita berbentuk prosa yang relatif pendek. Cerita pendek masih dapat dibagi dalam tiga kelompok, yakni cerita pendek, cerita pendek yang panjang( long short story), dan cerita pendek yang pendek (short-short story).
Cerita pendek muncul dalam abad ke-19 di Eropa bersamaan dengan munculnya majalah. Panjang pendeknya sebuah cerita pendek ditentukan oleh tebalnya majalah. Karena majalah Eropa dan Amerika lebih besar dan lebih tebal, maka cerita pendek mereka juga lebih panjang dibanding dengan cerita pendek Indonesia yang dimuat di majalah-majalah yang lebih tipis dan sempit halamannya. Ciri hakiki cerita pendek adalah tujuan untuk memberikan gambaran yang tajam dan jelas, dalam bentuk yang tunggal,utuh, dan mencapai efek tunggal pula pada pembacanya.
3. Novelet
Novelet adalah cerita berbentuk prosa yang panjangnya antara novel dan cerita pendek. Bentuk novelet juga sering disebut sebagai cerita pendek yang panjang saja. Beda novelet dengan cerita pendek adalah: novelet lebih luas cakupannya, baik dalam plot, tema,dan unsur-unsur yang lain. Dalam praktek ukuran tebal novelet sekitar 60 sampai 100 halaman.
Bentuk novelet lebih banyak ditulis di eropa daripada di amerika karena perhitungan dagang percetakan. Novelet terlalu panjang untuk dimuat dalam majalah, tetapi terlalu tipis untuk dicetak dalam bentuk buku berkulit tebal. Dengan munculnya pocket books kesempatan untuk menulis novelet tumbuh dimana-mana.

0 komentar:

Posting Komentar